Labels

Showing posts with label Tuhan Yesus Kristus. Show all posts
Showing posts with label Tuhan Yesus Kristus. Show all posts

Friday, May 4, 2012

Yesus Heran, Yesus Kagum Dan Iman Kita Semua

"Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita? Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: 'Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.' Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka." - Markus 6:3-6

"Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: 'Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.' Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: 'Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!'" - Lukas 7:6-9

"Pada ketika itu juga Yesus (tiba-tiba heran) mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: 'Siapa yang menjamah jubah-Ku?' ... Maka kata-Nya kepada perempuan itu: 'Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!'" - Markus 5:30-34

Karena ketidakpercayaan yang sedemikian rupa maka Yesus heran dan Ia tidak bisa, BUKAN tidak mau, mengadakan satu mujizatpun. Dan kerena iman kepercayaan yang sedemikian rupa maka Yesus pun heran dan mujizat terjadi di luar perkiraan-Nya yang semula. Karena awalnya Ia berpikir akan bertemu prajurit itu barulah mujizat terjadi, namun nyatanya tanpa bertemupun mujizat sudah terjadi.

Begitu juga ketika Ia hanya lewat di jalan menuju rumah Yairus, Ia heran dan kaget karena ada tenaga yang keluar tanpa sepengetahuan Dia sejak awal. Tenaga itu keluar tiba-tiba, seperti ada yang mencuri atau menjambret. Sekali lagi Ia heran dan mujizatpun terjadi saat itu juga.

Jadi masalah iman & kepercayaan bahkan dapat memaksa Tuhan mengubah takdir awal kita jika yang di dalam kita membuat-Nya heran. Karena ternyata Roh Tuhanlah yang menginisiasi keheranan itu terjadi dan semuanya itu datangnya hanya dari Bapa semata.

"Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.'" - Markus 12:42-44

"Datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan. ... Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: 'Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. ... Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.'" - Matius 26:7-13

Jika bukan dikarenakan kehendak Bapa, maka hanya ada dua alasan Yesus berkata-kata, karena keheranan-Nya dan kekaguman-Nya. Dan ketika Ia kagum, maka ketahuilah bahwa saat itu adalah momen penting dan langka, karena tidak banyak dan jarang ada hal di dunia ini yang membuat Tuhan kagum. 

Tuhan kagum karena ada orang yang bisa hampir menyamai-Nya dalam hal berkorban. Ada janda yang miskin tapi memberi seluruh hartanya sampai habis. Maka Ia teringat akan diri-Nya yang begitu mengasihi manusia yang sudah sedemikian jahat dan rusak, namun Ia masih rela mati bagi kita semua. Ia kagum, ada perempuan yang begitu sabar, perhatian dan bahkan mengerti kehendak Bapa atas persiapan kematian-Nya, berkorban dengan upah setahun dan melakukan suatu tindakan mulia sambil dimaki-maki Yudas Iskariot. Maka Yesus bergumam, " Koq mirip dengan saat nanti aku disiksa dan digantung di atas kayu salib."

Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.

Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

Thursday, March 22, 2012

Ketika Tuhan Mengajak Kita Manggung Bersama Vol. 2

"Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. Besok haruslah kamu turun menyerang mereka. Mereka akan mendaki pendakian Zis, dan kamu akan mendapati mereka di ujung lembah, di muka padang gurun Yeruel. Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu." - 2 Tawarikh 20:15-17

Sesungguhnya Tuhan itu memiliki karakter yang aneh dan tidak bisa dilogikakan. Ketika ada perang, dan musuh hendak menyerbu kita, maka Tuhan berkata, "Peperangan ini adalah peperangan-Ku," namun selanjutnya Ia berkata, "Besok kamu yang turun menyerang mereka." Aneh kan? Logika-Nya sungguh bukan logika kita. Dalam pikiran dan bayangan saya, Tuhan seperti berkata, "Ayo temani Aku, bosan kalau Aku menang tapi tidak ada teman-teman yang menyoraki dan menyemangati Aku. Nanti semua hasil kemenangan buat kamu saja, sebagai hadiah karena sudah menemani Aku berperang."

Tapi kalau kita tidak menemani Dia di medan perang, Ia akan pergi dan membiarkan kita menghadapi semua musuh yang menyerang. Lucu kan? Namun itulah Tuhan, bahwa Ia berusaha untuk membuat kita percaya bahwa Dia adalah Allah yang setia, dan bisa dipercaya. Semua peperangan, semua pergumulan, semua masalah adalah alat dan kesempatan bagi Dia untuk menunjukkan kepada kita bahwa Dia nyata sedangkan yang kita takutkan itu hanya ilusi. Namun justru sering kali kita berpikir terbalik, yang kita takutkan diangga nyata, sementara penyertaan-Nya kita anggap seperti ilusi.

Satu lagi kesukaan-Nya adalah memberi kejutan! Yup, Tuhan suka sekali memberi kejutan karena karakter sejati-Nya adalah memberi BUKAN menahan. Percayalah bahwa Tuhan hanya memiliki yang terbaik. Dia tidak memiliki perbendaharaan "kelas dua" atau "KW Super," semuanya orisinil, asli dan mahal. Kejutan-kejutan yang Ia siapkan ada yang dari tidak pernah dilihat oleh mata sampai yang tidak pernah timbul di hati kita. Namun semuanya itu disediakan bagi yang mengasihi Dia, yang setia untuk mentaati apapun yang Dia kehendaki.


Sekali lagi, Jangan Negosiasikan Kehendak Dan Rencana-Nya Yang Sempurna Itu. Jangan Tukarkan Semua Kemuliaan Yang Disediakan-Nya Dengan Remah-Remah Yang Tak Seberapa Berarti.

Saturday, March 3, 2012

Yang Baik, Yang Buruk, Yang Jelek Dalam Sekilas Perenungan

"Sebab Ia berfirman kepada Musa: 'Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.' Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah. Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: 'Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi.' Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya. Sekarang kamu akan berkata kepadaku: 'Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?'" - Roma 9:15-19

"Dan seluruh orang banyak yang hadir di pintu gerbang, dan para tua-tua berkata: 'Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu (Rut) sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem, keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan diberikan TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini!'" - Rut 4: 11-12

Tuhan itu sungguh Sutradara di atas segala sutradara. Semua bisa digerakkan-Nya sesuka hati-Nya dan menurut kepentingan-Nya. Ada yang dijadikan "protagonis,", ada yang dijadikan "antagonis," bahkan ada yang dijadikan-Nya berperan ganda. Musa yang baik - protagonis dan Firaun yang buruk - antagonis, keduanya sama-sama dipakai untuk menunjukkan "Ego"-Nya di depan dunia untuk menyatakan betapa berkuasa-Nya Beliau.

Bahkan Tamar dan Rut yang tidak cantik, dan kemungkinan mereka itu jelek, tetap bisa dipakai Tuhan sebagai "perbendaharaan"-Nya yang mulia yaitu sebagai para moyang dari Yesus Kristus. Juga Saul yang tadinya baik menjadi buruk, yang tadinya protagonis menjadi antagonis bahkan menjadi jelek sekali tetap memiliki peran.

Namun bedanya ada yang DIPAKAI dan ada yang DIMANFAATKAN saja. Berbahagialah yang hidupnya dipakai Sang Sutradara daripada mereka yang "diperalat" tanpa sadar akan dibuang setelah selesai acara. Bukankah Firaun bernasib demikian setelah Israel keluar dari perbudakan Mesir. Semua bala tentara Mesir saat itu sengaja dijebloskan tenggelam di laut untuk membuat takut bangsa-bangsa lain ketika Tuhan terus menerus menyatakan kekuasaan-Nya pada dunia.

Jadi, manakah yang Anda pilih, dipakai sebagai alat-Nya atau diperalat-Nya?

Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.

Thursday, March 1, 2012

Ketika "Pada Waktu Itu"

"Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" - Matius 7:22-23

Jadi kata-Nya bahwa pada waktu itulah Dia baru akan berterus terang. Pertanyaannya, kenapa mesti "pada waktu itu"? Lalu apakah sekarang Dia "diam-diam" saja? Kalau ya, kenapa Tuhan "diam-diam" saja sekarang? Kenapa Dia tidak berterus terang sekarang? Kenapa kita semua harus menunggu-Nya sampai pada waktu itu?

Jika Anda bisa memilih untuk Dia berterus terang, apakah Anda akan memilih hal itu sekarang atau "pada waktu itu" seperti yang dijanjikan-Nya? Bersyukurlah yang memilih "penghakiman"-Nya sekarang daripada "pada waktu itu," bersyukurlah yang bisa menyadarinya sekarang daripada menyadari "pada waktu itu." Karena "pada waktu itu" semuanya sudah berakhir.

Jadi sekarang, mintalah kesanggupan dari pada-Nya supaya Dia berterus terang kepada Anda sekarang daripada Dia berterus terang "pada waktu itu." Karena ketika Dia berterus terang, sesungguhnya tidak seorang manusia pun yang sanggup. Keterusterangan-Nya itu begitu murni, kudus, dan mulia sehingga tidak ada satupun yang dapat bertahan TANPA anugerah-Nya sendiri yang memampukan. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? Begitulah pepatah orang bijak. 

Diberkatilah hamba yang didapati Tuannya sadar, ketika "pada waktu itu" ada Yang berterus terang

Tuesday, February 21, 2012

Roh Kudus Dalam Sekilas Perenungan

"Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu." - Yohanes 14:25-26

Apakah Anda seorang yang amat menggemari gadget terbaru saat ini? Dunia komunikasi yang semakin canggih tidak lagi menjadi sederhana, melainkan semakin kompleks. Komunikasi yang dipadukan dengan seni, hiburan dan media dalam satu alat canggih telah diwujudkan dengan berbagai bentuknya seperti iPhone & iPad dari Apple, Blackberry dari RIM, Galaxy Tab dari Samsung dan sebagainya. Begitu pula piranti lunak (software) seperti Windows & MS Office dari Microsoft, Android dari Google dan seterusnya. Pertanyaannya, berapa banyak dari pengguna alat-alat canggih dan piranti-piranti lunak tersebut yang menggunakannya secara maksimal?

Sebagai contoh, pengguna MS Office, berapa persen dari semua penggunanya yang mengetahui secara maksimal semua fitur dan fungsinya? Begitu juga iPhone dan iPad, dari sekian banyak yang menggunakannya, berapa banyak yang hanya menggunakan untuk sekedar telepon, sms, mendengarkan musik, berfoto, menonton video dan yang paling banyak adalah memainkan game. Sedangkan kita ketahui bahwa fungsinya lebih daripada hal-hal tadi. Memang ada banyak buku yang mengupas cukup lengkap untuk mengetahui dan menggunakan iPhone dan iPad dengan lebih maksimal. Kita tinggal mempelajarinya. Namun saya berandai-andai, jika saja almarhum Steve Jobs masih ada dan ia menjadi sahabat saya, maka tentulah iPhone dan iPad yang saya gunakan akan jauh lebih maksimal lagi bahkan daripada yang dikupas di buku-buku itu. Mengapa? Jelas karena beliau adalah pencipta dari iPhone & iPad tersebut, ia memahami seutuhnya untuk apa dan bagaimana benda itu diciptakan.

Hidup kita juga seperti iPhone dan iPad itu, dan Allah Roh Kudus seperti almarhum Steve Jobs itu. Kita bisa hidup lebih baik tanpa Roh Kudus, dengan membaca dan menerapkan buku pengembangan diri, menghadiri berbagai seminar, ikut kegiatan ini dan itu, baik berupa rohani maupun jasmani, konsultasi dengan berbagai ahli dari berbagai bidang, dan seterusnya. Bukankah hal itu yang sedang marak? Seminar cepat kaya, kursus hipnoterapi, yoga dan kundalini. Dan ya, mereka kelihatan lebih sukses, lebih bahagia, lebih menjadi berkat bagi banyak orang. Namun tidak ada satupun yang membawa mereka kepada Allah.

Allah Roh Kudus adalah tokoh sentral dalam kehidupan kita, Beliaulah yang paling memahami diri kita bahkan melebihi pemahaman kita sendiri. Dengan kita bergaul dan mentaati semua petunjuk-Nya, maka hidup kita akan mencapai hal-hal yang bahkan mustahil untuk dipikirkan, namun sangat nyata dan ajaib. Jadi untuk apa kita mencari lagi di luar sana, karena yang terbaik sesungguhnya telah tersedia. Jauh lebih sulit untuk menghubungi para ahli dari Apple untuk mengajarkan kita menggunakan iPhone dan iPad dengan maksimal daripada bergaul dengan Roh Kudus yang sudah ada di dalam kita. Tuhan memberkati.

Saturday, February 18, 2012

Ketika Ia Jatuh Cinta Kepada Kita

Waktu engkau dilahirkan, pusatmu tidak dipotong 
dan engkau tidak dibasuh dengan air supaya bersih; 
juga dengan garampun engkau tidak digosok 
atau dibedungi dengan lampin.

Tidak seorangpun merasa sayang kepadamu 
sehingga diperbuatnya hal-hal itu kepadamu dari rasa belas kasihan; 
malahan engkau dibuang ke ladang, 
oleh karena orang pandang enteng kepadamu pada hari lahirmu.

Maka Aku lalu dari situ 
dan Kulihat engkau menendang-nendang dengan kakimu 
sambil berlumuran darah 
dan Aku berkata kepadamu dalam keadaan berlumuran darah itu: 
Engkau harus hidup dan jadilah besar seperti tumbuh-tumbuhan di ladang! 
Engkau menjadi besar dan sudah cukup umur, 
bahkan sudah sampai pada masa mudamu. 
Maka buah dadamu sudah montok, 
rambutmu sudah tumbuh, 
tetapi engkau dalam keadaan telanjang bugil.

Maka Aku lalu dari situ dan Aku melihat engkau, 
sungguh, engkau sudah sampai pada masa cinta berahi. 
Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan menutupi auratmu. 
Dengan sumpah Aku mengadakan perjanjian dengan engkau, 
demikianlah firman Tuhan ALLAH, dan dengan itu engkau Aku punya.

Aku membasuh engkau dengan air 
untuk membersihkan darahmu dari padamu 
dan Aku mengurapi engkau dengan minyak.

Aku mengenakan pakaian berwarna-warna kepadamu 
dan memberikan engkau sandal-sandal dari kulit lumba-lumba 
dan tutup kepala dari lenan halus dan selendang dari sutera.

Dan Aku menghiasi engkau dengan perhiasan-perhiasan 
dan mengenakan gelang pada tanganmu dan kalung pada lehermu.

Dan Aku mengenakan anting-anting pada hidungmu 
dan anting-anting pada telingamu 
dan mahkota kemuliaan di atas kepalamu.

Dengan demikian engkau menghias dirimu dengan emas dan perak, 
pakaianmu lenan halus dan sutera dan kain berwarna-warna; 
makananmu ialah tepung yang terbaik, madu dan minyak 
dan engkau menjadi sangat cantik, sehingga layak menjadi Mempelai-Ku.

Dan namamu termasyhur di antara bangsa-bangsa karena kecantikanmu, 
sebab sangat sempurna adanya, 
oleh karena semarak perhiasan-Ku yang Kuberikan kepadamu, 
demikianlah firman Tuhan ALLAH.

 "Satu hari kelak semua akan terungkap, cinta ini tak pernah salah memilih, tak pernah salah percaya, tak pernah salah berharap. Suatu hari kelak cinta ini akan bertemu muka dengan muka dengan Tuannya, Raja di atas segala raja."

Thursday, February 16, 2012

Mamon, Antikristus Dan Masa Tribulasi Besar Vol. 3

"The mother of all evil is speculation."
"Money is a bitch that never sleeps"
- Gordon Gekko, Wall Street: Money Never Sleep (2010)


"Ibu dari segala kejahatan adalah spekulasi."
"Uang adalah wanita pelacur yang tak pernah tertidur!"
- Gordon Gekko, Wall Street: Money Never Sleep (2010)


"Si lintah mempunyai dua anak perempuan: 'Untukku!' dan 'Untukku!' Ada tiga hal yang tak akan kenyang, ada empat hal yang tak pernah berkata: 'Cukup!' Dunia orang mati, dan rahim yang mandul, dan bumi yang tidak pernah puas dengan air, dan api yang tidak pernah berkata: 'Cukup!'" - Amsal 30:15-16

Merasa tidak pernah cukup ternyata adalah keserakahan yang sangat menakutkan. Keserakahan itu mematikan seperti dunia orang mati, memandulkan (menyebabkan tidak produktif) seperti rahim yang mandul, terkutuk seperti tanah di bumi dan menghanguskan bagi yang terus berspekulasi dan bermain api.

Ada orang bijak berkata bahwa ibu dari segala kejahatan adalah spekulasi, sedangkan di Alkitab ada tertulis bahwa cinta akan uang adalah akar segala kejahatan. Tidakkah itu terlihat sebagai dua kebijaksanaan yang sejajar? Intinya adalah keserakahan yang tidak akan pernah cukup. Keserakahan yang membuat orang nekad berspekulasi dan melanggar aturan yang ada. Dan keserakahan ini telah ada sejak zaman Adam dan Hawa ...

Kita tentu tidak pernah lupa dengan bujuk rayu si Ular Tua, "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." - Kejadian 3:4-5. Iblis mendorong Hawa untuk berspekulasi. Kehidupan yang demikian sempurna diberi sedikit mammonic booster untuk Hawa merasa tidak pernah "cukup" dan akhirnya bersama Adam jatuh ke dalam dosa. Memang saat itu uang masih belum ada, namun mentalitas serakah sudah ditanamkan Iblis sejak awal. Jadi Mamon sejak semula bersama Lucifer telah membuat manusia terdorong ke dalam berbagai-bagai dosa dan duka.

Sebuah sumber tidak resmi menggambarkan Mamon sebagai berikut; licik, sangat licin, penuh hikmat, dingin, hati beku, kejam, sadis, sangat ahli bermuslihat, sangat pandai dalam berkata-kata, sangat memahami hukum, tidak kenal ampun, tidak pernah tertidur, selalu menggoda untuk menjadi pusat perhatian manusia, namun pada akhirnya menjebak dan menjerat. Yang paling dibenci dan dikhawatirkannya adalah ketika manusia melupakannya karena sifat bawaannya yang sangat ingin dipuja dan dikejar-kejar untuk alasan apapun. Sedangkan Tuhan Yesus mengajarkan kita, "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." - Matius 6:34. Jadi untuk apa kita memiliki seluruh dunia, jika kita harus kehilangan nyawa. 

Nasib akhir Mamon telah digariskan, ia setelah "berjasa" bagi Iblis maka akan dibinasakan oleh Antikristus itu sendiri, "Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api." - Wahyu 17:16. Bahkan dua kali dalam dua pasal berturut-turut, Mamon Babel itu digambarkan nasib akhirnya, "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan." - Wahyu 18:21-23.
 

Meminta Raja, Menolak Tuhan

"Sebab itu berkumpullah semua tua-tua Israel; mereka datang kepada Samuel di Rama dan berkata kepadanya:  'Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain.' ... perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada TUHAN. TUHAN berfirman kepada Samuel: 'Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka. ... hanya peringatkanlah mereka dengan sungguh-sungguh dan beritahukanlah kepada mereka apa yang menjadi hak raja yang akan memerintah mereka.'" - 1 Samuel 8:4-9

Apa ada yang salah dari permintaan bangsa Israel, hingga Samuel menjadi kesal karenanya? Apa yang dimaksud oleh semua tua-tua Israel saat itu dengan meminta sebuah jabatan raja, sebuah sistem pemerintahan kerajaan diberlakukan saat itu? Mengapa Tuhan memperhitungkan sebagai tindakan penolakan atas diri-Nya? Apakah jabatan raja dan sistem kerajaan itu bukan sesuatu yang alkitabiah dan bertentangan dengan kehendak Tuhan yang sempurna?

Cobalah baca dan renungkan Kitab Hakim-Hakim 19-21, saat itu tidak ada baik hakim maupun raja yang memerintah di Israel, Samuel pun belum ada. Namun keadaan Israel amat kacau dan mengerikan, semua hidup menurut aturan masing-masing. Keadaan zaman itu mungkin menjadi salah satu alasan tua-tua Israel meminta seorang raja kepada Samuel.

Dulu saya tidak memahami perbedaannya antara dipimpin oleh para hakim maupun dipimpin oleh para raja karena keduanya adalah manusia, namun mengapa ketika jabatan raja diminta untuk diadakan, Tuhan menilai hal itu sebagai tindakan penolakan atas diri-Nya? Sampai akhirnya Roh Kudus memberi pengertian begini; bangsa Israel sesungguhnya ingin mengambil alih kendali atas sistem pemerintahan yang ada karena pada zaman para hakim, semua hakim ditunjuk langsung oleh Tuhan. Ketika seorang hakim sudah sangat tua dan harus dicarikan penggantinya, maka bangsa Israel harus menantikan petunjuk Tuhan melalui para imam untuk menunjuk hakim atau pemimpin yang berikutnya. Dan jika saat itu Tuhan tidak berkeinginan untuk adanya seorang hakim hadir maka hal itu bisa saja terjadi dan pernah terjadi dan sangat menakutkan bagi mereka yang lebih menyukai mengandalakan manusia daripada mengandalkan Tuhan.

Sementara dengan adanya sistem kerajaan, rakyat dengan mudah mengetahui siapa yang berikutnya akan menjadi pemimpin mereka ketika raja yang sedang memerintah sudah mendekati umurnya untuk wafat. Biasanya seorang putra mahkota telah dipersiapkan di antara putra-putra raja yang ada saat itu. Jadi mereka tidak perlu bertanya-tanya, tidak perlu untuk resah menantikan para imam untuk memperoleh petunjuk dari Tuhan karena sudah ada "kepastian" yang manusiawi yang menggantikan "ketegangan" yang ilahi untuk hal tersebut. Dengan mengetahui siapa yang berikutnya akan memimpin, minimal mereka akan memiliki gambaran seperti apa dan bagaimana keadaan bangsanya di tangan pemimpin yang berikutnya. Jika seorang putra mahkota dinilai saleh sejak mudanya, tentu ada ketentraman yang timbul ketika masa transisi terjadi. Begitu pula sebaliknya.

Jadi, sudahkah Anda menangkap semua maksud mereka itu? Mengapa sampai Samuel kesal? Mengapa sampai Tuhan mengatakan bahwa Ia ditolak seperti dulu ketika mereka baru keluar dari Mesir juga menolak Tuhan? Bangsa Israel menolak gaya Tuhan yang penuh misteri untuk memimpin mereka. Mereka lebih suka mencari jalan yang sesuai dengan kehendak mereka sendiri daripada mencari kehendak Allah yang sempurna. Dan sesungguhnya baik jabatan raja maupun sistem kerajaan adalah alkitabiah. Bukankah Sorga dan kediaman-Nya disebut Kerajaan Sorga dan Kerajaan Allah?

Ketahuilah bahwa konsep sistem kerajaan adalah konsep sorgawi, sama halnya dengan konsep kehidupan pernikahan. Rasul Petrus menuliskan, "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib" - 1 Petrus 2:9. Namun yang dimaksud Tuhan adalah mentalitas kita yang lebih menginginkan kendali atas segalanya daripada Tuhan yang memegang kendalinya.

Monday, February 13, 2012

Mempelai Yang Dikenan Seutuhnya

"Tanya raja kepadanya: 'Apa maksudmu, hai ratu Ester, dan apa keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan diberikan kepadamu.' Jawab Ester: 'Jikalau baik pada pemandangan raja, datanglah kiranya raja dengan Haman pada hari ini ke perjamuan yang diadakan oleh hamba bagi raja.' Maka titah raja: 'Suruhlah Haman datang dengan segera, supaya kami memenuhi permintaan Ester.' Lalu raja datang dengan Haman ke perjamuan yang diadakan oleh Ester." - Ester 5:3-5

Kita tahu bahwa kitab Ester sangat unik karena walaupun tidak ada satupun kata "Tuhan" dalam kitab tersebut, namun tokoh Raja Ahasyweros (King Xerxes) adalah gambaran bagi-Nya. Sedangkan Ester adalah gambaran Gereja dan Mempelai-Nya, sementara Hegai dan Mordekhai adalah gambaran dari Roh Kudus. Kalau begitu gambaran apakah Haman itu? Setan atau Ibliskah dia? Namun saya lebih menganggap Haman sebagai masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Sekarang coba renungkan apa dan bagaimana reaksi kita yang biasanya terjadi ketika masalah datang? Sama seperti ancaman dan rencana Haman bagi Ester dan bangsanya. Ketika sakit penyakit datang, katika kebutuhan akan uang yang jumlahnya jauh lebih besar dari kemampuan kita datang, ketika penghinaan dan caci maki datang tanpa kita tahu sebabnya, dan seterusnya. Begitu pula ketika hal-hal yang baik datang, promosi, omzet usaha bertambah, anak-anak kita makin menjadi berkat, tuaian akan jiwa-jiwa semakin bertambah dalam pelayanan kita, dan seterusnya. Walau semuanya itu berkat, jika disalahgunakan karena fokus kita berubah setia, berkat tersebut bisa jadi kutuk. Apa dan bagaimana reaksi dan sikap hati kita menghadapi semuanya itu?

Perhatikan cara Ester bersikap dan bertindak ketika ia mengetahui dari Mordekhai atas masalah yang didatangkan Haman. Setelah mempersiapkan diri dan berpuasa, Ester menghampiri raja dan berupaya sebaik mungkin untuk memperoleh perkenanannya. Dan ketika perkenanan raja diperolehnya, Ester tidak langsung mengungkapkan maksudnya dan meminta kepala Haman untuk dipenggal. Sebaliknya Ester bermain sangat cantik, dengan mengundang keduanya, baik raja maupun Haman ke dalam sebuah jamuan makan. Pada jamuan itulah Ester mengungkapkan segalanya tentang Haman di hadapan raja. Dan tanpa "mengotori" tangannya sendiri, tangan rajalah yang bertindak atas Haman.

Jadi kita sebagai Gereja dan Mempelai-Nya, terutama masuk dalam tahun 2012 ini, dikehendaki untuk lebih bermain cantik, bertindak sebagai Mempelai-Nya ketika menghadapi masalah-masalah kita masing-masing. Jangan hadapi masalah-masalah tersebut sendirian, Ester walaupun kedudukannya sebagai ratu yang berkuasa, tidak langsung menindak Haman:
  • Bawalah masalah-masalah kita ke hadapan Sang Raja, sama seperti Ester membawa Haman ke hadapan Ahasyweros dalam jamuan makan.
  • Ungkapkanlah semua masalahnya dan biarkan Tuhan bertindak dengan cara-Nya sendiri, Ester hanya mengungkapkan masalahnya, selebihnya raja Ahasyweros yang bertindak sesuai kebijaksanaannya.
  • Jangan mencoba untuk mengatur Tuhan, ingatlah bahwa jalan-Nya bukan jalan kita, rencana-Nya bukan rencana kita. Ester sangat disayang oleh raja Ahasyweros, sama seperti Wasti. Namun yang membedakan adalah Ester memperoleh perkenanan dengan mempersilakan raja Ahasyweros bertindak menurut kebijaksaannya. Sedangkan Wasti dibuang karena memiliki agendanya sendiri di luar kehendak raja.
Apapun masalah kita, bagaimanapun sulitnya, hadapkanlah kepada Sang Raja di atas segala raja, dan nantikanlah kehendak-Nya yang sempurna TANPA mencoba mengatur apalagi membantu apa yang menjadi bagian-Nya. Semua cara-Nya yang kelihatan mustahil dan sulit untuk dimengerti di awal, memang itulah tanda kedaulatan-Nya atas hidup kita.

"Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan." - Mazmur 37:34

"Janganlah engkau berkata: 'Aku akan membalas kejahatan,' nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau." - Amsal 20:22

Monday, February 6, 2012

Urgensi Di Pagi Buta

"Sebab itu, ketahuilah, Aku mau memberitahukan kepada mereka, sekali ini Aku akan memberitahukan kepada mereka kekuasaan-Ku dan keperkasaan-Ku, supaya mereka tahu, bahwa nama-Ku TUHAN." - Yeremia 16:21

Sesungguhnya, Tuhan sudah tidak sabar untuk menyatakan segala-galanya kepada Gereja & dunia. Segala sesuatu yang telah Ia persiapkan, yang akan jadi kejutan demi kejutan bagi dunia, namun Ia tidak menghendaki Gereja-Nya ikut terkejut. Ia ingin Gereja siap dengan realita yang akan segera Ia terapkan dalam waktu dekat ini. Karena jika Gereja ikut-ikutan terkejut dengan dunia, itu artinya Gereja tidak siap untuk menerima Puncak Segalanya (Perkenanan, Keselamatan, Pertobatan, Kelimpahan, Kegerakan, Hujan Awal-Hujan Akhir, dan seterusnya).

Inilah kunci di 2012 ini, "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah." - Yeremia 17:7-8. Jadi berhentilah mengenakan pikiran dan kebenaran diri kita sendiri. Buang semua konsep lama dan kosongkan bejana pikiran kita. Tanamkan satu hal bahwa segala sesuatu adalah mungkin bagi-Nya. Ia bisa menyembuhkan mata yang buta hanya dengan menumpangkan tangan maupun dengan meludah. Berhenti membatasi Tuhan, berikan ruang yang seluas-luasnya bagi Dia untuk memerintah dan berkarya.

Kita hidup bukan untuk diri kita sendiri. Hanya menjadi inspirasi bagi banyak orang pun masih belum cukup. Dibutuhkan kerelaan untuk menyerahkan segalanya sama seperti Kristus merelakan segalanya. "Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita." - 1 Yohanes 3:16. Kita akan sangat sulit untuk menerima kebenaran-Nya dan akan terus mentok dengan kebenaran diri kita sendiri jika kita masih saja hidup tanpa kerelaan Kristus. Mintalah kepada-Nya hati yang rela, mintalah kepadanya untuk Dia memaksakan kehendak-Nya genap dalam diri kita masing-masing.

Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.

Saturday, February 4, 2012

Mempelai Kristus Yang Rajani

"Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya." - Matius 11:12

"Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." - Matius 24:14

"Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki." - Matius 25:1

"Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia." - Kolose 1:16

Pertama-tama saya hendak mengingatkan kita semua sekali lagi bahwa dalam waktu singkat seluruh bumi akan di bawah pemerintahan Allah, jadi sebelum aturan dan standar-Nya dipaksakan kepada kita semua, sebaiknya kita bertobat sedini mungkin. Anda bisa menolak aturan dan standar-Nya yang murni, menolak untuk bertobat dari kesalahan dan kelemahan yang sudah sekian lama Tuhan Roh Kudus meminta Anda untuk melepaskannya, termasuk dalam hal pengampunan dan itu artinya Anda keluar dari pemerintahan Allah yang hidup.

Yang kedua, saya hendak menegaskan bahwa ini tahun bagi Gereja-Nya untuk mulai berjaya di atas puncak-puncak gunung dunia (7 gunung - Gunung Pemerintahan, Gunung Pendidikan, Gunung Media & Informasi, Gunung Seni & Hiburan, Gunung Agama, Gunung Keluarga, Gunung Ekonomi & Bisnis; dan 2 gunung lainnya -  Gunung Spiritual, Gunung Sandang & Pangan). Menduduki puncak-puncak dengan kualitas Mempelai Kristus yang sejati, yang mengejar hati Tuhan dengan kekudusan, memikat hati Tuhan dengan keindahan, melayani Tuhan dengan keintiman, yang tak bercacat & tak bercela, yang tidak berkompromi sama sekali dengan dosa maupun dunia, dan yang memiliki hati HINENI. Kitalah surplus dari kelimpahan-Nya yang akan mulai memerintah dunia di bawah pemerintahan Raja atas segalanya.

Sekarang saya baru benar-benar menyadari mengapa Ev. Nany Susanty yang adalah pemimpin panggilan mempelai dari Bahtera Ministry yang diperintahkan oleh Tuhan untuk menduduki secara profetik Gunung Spiritual, gunung yang tertinggi dari 9 gunung yang ada. Tadinya saya masih berpikir, mengapa beliau? Mengapa bukan pemimpin panggilan Pilar, atau panggilan Raja, atau panggilan Tentara? Ternyata Tuhan sedang mengatakan kepada kita semua bahwa nilai dan standar Mempelai hendak diberlakukan secara utuh.

Kita dijanjikan dan ditakdirkan bukan saja memiliki Indonesia namun juga menguasai dunia sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna. Itu sebabnya semua aturan dunia, semua sistem dunia, semua cara pandang duniawi tidak akan berlaku lagi mulai hari ini. Tuhan ingin melatih kita untuk masuk dan hidup dalam realita yang sama sekali berbeda, itu sebabnya relakanlah diri kita untuk dimempelaikan oleh Roh Kudus-Nya yang lembut. Saatnya untuk mengampuni haruslah mengampuni, saatnya untuk memberi haruslah memberi, saatnya untuk menjarah haruslah menjarah, saatnya untuk mengikat harus mengikat dan saatnya untuk melepas haruslah melepas. Sungguh tidak ada penundaan lagi, ini urgensi yang datang dari Yang Mahatinggi untuk segera menggelar berbagai perkara yang almuhit di seluruh penjuru dunia. 

Mempelai-Mempelai Kristus Bersiaplah

Tuesday, January 31, 2012

Transformasi Total

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." - Roma 12:2

"Sebagai ganti tembaga Aku akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Aku akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga, dan sebagai ganti batu, besi; Aku akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu." - Yesaya 60:17

"Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku." - Kolose 1:27-29

Awalnya, di luar Kristus, kita adalah anak-anak dunia dan serupa dengan sistem dunia ini. Namun di dalam Kristus, kita memasuki proses transformasi yang sedemikian rupa, dari mengenal yang buruk menjadi mengenal yang baik, dari mengenal yang baik jadi mendalami yang berkenan di hati-Nya dan semakin jauh lagi maka Ia menghendaki kita sempurna sama seperti Kristus yang sempurna adanya.

Namun menjadi sempurna membutuhkan kerelaan sedangkan tingkat kerelaan masing-masing individu berbeda-beda, itu sebabnya Tuhan menyediakan upah yang berbeda-beda juga. Yang membawa hidupnya dengan nilai yang sama dengan batu, maka hanya bisa memperoleh upah senilai dengan besi. Sedangkan yang berupaya senilai tembaga, Ia menyediakan emas sebagai upahnya. Maka renungkanlah jika seseorang yang hanya mengikut Tuhan setengah hati, hanya ingin menjadi baik daripada menjadi sempurna, mohon jangan mengharap emas sebagai upah yang akan diberikan. Terlebih lagi yang tidak mau berusaha apa-apa.

Menjadi sempurna memang butuh usaha, perjuangan dan pergumulan yang gila-gilaan bersama Kristus. Anda akan dibawa melampaui batas-batas yang bahkan tak pernah terpikir sebelumnya. Orang-orang di sekitar Anda akan memandang aneh terhadap diri Anda, namun itu WAJAR dalam Kristus. Sebab cara kerja kerahasiaan Kristus dalam kehidupan dan jiwa kita hanya berlaku melalui keintiman dan kedalaman yang sedemikian rupa, yang hanya dipahami oleh Tuhan dan diri Anda sendiri. Selamat menempuh kesempurnaan Kristus dan bersiaplah menerima mahkota kemuliaan yang telah disediakan bagi kita.

Mempelai Kristus Dalam Sekilas Perenungan

"Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah." - Ibrani 12:2

"Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah." - Matius 5:8

"Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu." - Matius 6:22

Coba renungkan, apa yang Anda sukai dan yang tidak disukai untuk dilihat. Jika memungkinkan, buatlah daftarnya. Ketahuilah bahwa kekudusan sangat erat kaitannya dengan cara kita memandang segala sesuatunya. Mata adalah jendela hati, jika mata kita memandang yang baik, maka baiklah hati dan seluruh tubuh kita, jika mata kita memandang yang buruk maka terjadilah yang sebaliknya.
Bukankah destiny kita adalah melihat Dia di awan-awan yang permai saat Maranatha nanti? Dan secara korporat sebagai Gereja dan Tubuh Kristus adalah Mempelai Kristus yang berhiaskan kekudusan, tampil tak bercacat tak bercela, mengenal hati Tuhannya sebagai seorang kekasih sekaligus suami dengan keintiman yang sedemikian rupa.

Jadi buanglah yang buruk dan berhentilah melihat yang najis dan tidak kudus. Usahakan dan perjuangkan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan. Inginilah kekudusan lebih dari yang sebelumnya walau hal itu sama sekali tidak mudah namun bukan mustahil. Pandanglah Yesus supaya kita makin memiliki roh iman untuk hidup dalam kekudusan dan mengantarkan kita kepada kesempurnaan seorang Mempelai yang sejati.

Mempelai Kristuslah Yang Ditakdirkan Bersantap Semeja Dan Duduk Bersama Di Atas Takhta-Nya Untuk Memerintah Dalam Kekekalan. Mempelai Kristus Hanya Memandang Dalam Kekudusan Allah.

Monday, January 30, 2012

Kecaplah Dahulu, Kemudian Lihatlah

"Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu." - Daniel 1:8-9

"Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!" - Mazmur 34:9

Kecaplah dan lihatlah, demikianlah petunjuk prosedurnya. Adakah Anda memperhatikan urutannya? Bahwa Anda diminta untuk mengecap atau mencicipi barulah kemudian melihat apa yang Anda cicipi itu. Namun kita terbiasa untuk melihat apa yang disuguhkan, dan jika kelihatan menarik barulah kita berkenan untuk mencicipi. Sungguh berbeda antara hikmat Allah dengan hikmat dunia. Namun demikian itulah cara kerja iman yang benar di hadapan Tuhan.

Daniel dan rekan-rekannya berketetapan untuk tidak menajiskan diri dengan santapan raja, sehingga pemimpin pegawai istana takut kalau-kalau mereka didapati kurang sehat sehingga ia akan dipersalahkan. Namun Daniel dan rekan-rekannya berketetapan demikian karena iman mereka, barulah kemudian anugerah Allah turun sehingga ketika mereka dibandingkan dengan semua orang berilmu dan semua ahli jampi di Kerajaan Babel, raja Nebukadnezar mendapati bahwa Daniel, Hananya, Misael dan Azarya sepuluh kali lebih cerdas.

Bagi Daniel, ia tidak takut didapati apakah lebih cerdas atau lebih bodoh. Ia tidak pernah peduli akan dirinya. Yang ia fokuskan hanya satu perkara, yaitu bagaimana hidup kudus dan tampil berkenan di hadapan Allah. Selebihnya semua itu adalah hak prerogatif Allah sendiri. Daniel dan ketiga rekannya mengecap hukum dan takut akan Allah seperti yang dikehendaki Tuhan dan mereka melihat kemuliaan yang dapat Allah nyatakan apapun situasinya.

Berbahagialah Ia Yang Tidak Melihat Namun Percaya

Ketika Tuhan Mengajak Kita Manggung Bersama

"Tetapi jawab Tuhan kepadaku: 'Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.' Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku." - 2 Korintus 12:9

Kehidupan ke-Kristen-an yang sejati amat melelahkan karena seringkali melampaui kelemahan-kelemahan kita. Namun bagi Tuhan, semua kelemahan kita adalah jalan dan kesempatan emas bagi-Nya untuk memperlihatkan kemuliaan-Nya yang melampaui segala akal itu. Lucunya adalah kita selalu mengharapkan kelemahan-kelemahan kita dihapus, karena itu sama dengan meniadakan jalan dan kesempatan bagi-Nya untuk menyatakan bahwa diri-Nya Tuhan yang berdaulat kepada dunia dan orang-orang kafir.

Dalam kekuatan kita dan selagi kita mampu maka Tuhan tidak perlu turun tangan untuk bertindak. Dan karena kemampuan kita maka tidak ada kemuliaan bagi-Nya, malahan kitalah yang memperoleh semua kredit dan pujian atas kemampuan kekuatan kita. Tetapi Tuhan mengenali kita, " ... Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku." - Wahyu 3:8. Ya bahwa kekuatan kita tidak berarti dibanding segala kehendak, rencana, bahkan hadiah yang sudah dipaketkan dalam destiny yang telah ditetapkan-Nya sejak semula.

Kekuatan kita yang tidak seberapa dan kelemahan kita yang tiada tara hendaknya tidak menjadi alasan untuk kita menolak Tuhan ketika kita diajak untuk terus naik ke puncak-puncak kemuliaan yang telah dipersiapkan bagi kita. Percayalah bahwa anugerah-Nya selalu cukup selama kita bersedia taat dan setia terhadap apapun yang Dia minta, entah bagaimana caranya, entah berapapun besarnya, entah kapan selesainya, bahkan entah mengapa harus terjadi demikian. Karena pada akhirnya yang Dia kehendaki adalah kemuliaan-Nya menjadi nyata MELALUI kehidupan kita.

Jangan Negosiasikan Kehendak Dan Rencana-Nya Yang Sempurna Itu. Jangan Tukarkan Semua Kemuliaan Yang Disediakan-Nya Dengan Remah-Remah Yang Tak Seberapa Berarti.

Monday, January 23, 2012

Tahun Yang Berkelimpahan

Akulah bagian dari umat pilihan
Yang dipilih sejak zaman semula
Dan aku pun memilih untuk itu
Disesah, dididik dan dipersiapkan
Untuk terbang, untuk menduduki
Puncak-puncak gunung dunia
Menyingkirkan gerombolan naga
Penguasa-penguasa dari zaman purba

Akulah bagian dari sisa kelebihan
Surplus yang dijadikan limpah
Dari Sang Kelimpahan abadi
Dari Pokok Anggur kekekalan
Untuk memberkati, memberi makan
Suku-suku bangsa dunia
Dalam pemberitaan tahun penuh rahmat
Pembebasan para tawanan
Hari pembalasan Tuhan

Aku berjuang sekuat-kuatnya
Untuk semakin panas bagi Rajaku
Untuk semakin dingin bagi dosaku
Supaya setelah aku memberitakan
Tidak dimuntahkan dari mulut-Nya
Ya aku miskin, juga telanjang
Dan tertipu dalam penglihatan
Jadi kubeli emas yang murni
Pakaian yang putih bersih
Juga minyak pelumas mata

Kusadari bahwa diriku dikasihi
Itu sebabnya aku ditegor dan dihajar
Supaya kerelaanku semakin besar
Dan pertobatanku semakin nyata
Supaya aku bisa mendengar jelas
Ketika Rajaku mengetuk pintu
Untuk mendapati aku sekeluarga
Makan dan minum semeja dengan-Nya
Dan memperoleh jaminan kemenangan
Untuk duduk di atas takhta-Nya
Serta memerintah dalam kekekalan

Rahasia Surplus Dari Kelimpahan

"Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang SISA, dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak." - Matius 14:20-21

Hanya dengan modal 5 ketul roti dan 2 ekor ikan maka kenyanglah 5.000 orang laki-laki, belum termasuk yang perempuan dan anak-anak dan untuk MENEGUHKAN KELIMPAHAN yang telah berlangsung maka tersedialah SURPLUS sebanyak 12 bakul penuh. Jadi dengan kata lain roti dan ikan yang dimakan 5.000 orang laki-laki, dan belum terhitung perempuan dan anak-anak itu adalah kelimpahannya. Sedangkan sisa 12 bakul penuh adalah surplusnya. Dan ternyata ini adalah POLA TUHAN.

Mari kita cermati pola tersebut di dalam hal yang lain. Abraham ialah bapak orang beriman, nenek moyang yang utama. Dan secara ilahi, ia memperanakan Ishak. Kemudian Ishak memperanakan Israel. Dan dari Israel lahir 12 suku yang membentuk suatu bangsa pilihan yang berkuasa atas dunia hingga hari ini. Abraham, Ishak dan Israel yang melambangkan Allah Tritunggal adalah kelimpahannya sedangkan kedua belas raja suku Israel adalah surplusnya.

"Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus." - Matius 1:17

Ada 14 keturunan (raja) dari Daud sampai pembuangan ke Babel. Jika Daud dan Salomo tidak diperhitungkan, maka ada 12 raja yaitu Rehabeam, Abia, Asa, Yosafat, Yoram, Uzia, Yotam, Ahas, Hizkia, Manasye, Amon dan Yosia. Yoyakim alias Elyakim, anak Yosia tidak diperhitungkan dalam Matius pasal 1 ini karena ia menjadi raja boneka yang dikendalikan Firaun. Jadi Saul, bersama Daud dan Salomo yang masing-masing memerintah selama 40 tahun merupakan kelimpahannya, sedangkan 12 raja selanjutnya hingga Yosia, mereka adalah surplusnya.

"Yerusalem penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel." - Wahyu 21:11-12

Yerusalem adalah Kota Sion, kota suci tempat tahta raja bersemayam adalah kelimpahan yang sedemikian rupa diperebutkan berbagai bangsa hingga hari ini. Dan kedua belas gerbangnya adalah surplus dari kelimpahan Yerusalem tersebut.

"Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul." - Lukas 6:13

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel." - Matius 19:28

"Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu." - Wahyu 21:14

Tuhan Yesus Kristus ialah Sang Kelimpahan itu sendiri. Ia memilih 12 rasul, dari Petrus hingga Paulus. Kedua belas orang pilihan ini adalah benih yang akhirnya bertumbuh menjadi Gereja-Nya, dan Mempelai-Nya. Maka kita yang juga adalah bagian akhir dari Gereja dan Mempelai-Nya yang kudus merupakan surplus dari Kristus itu sendiri.

Ketika hari ini kita memasuki tahun Surplus Of Prosperity, maka Tuhan hendak berkata bahwa ini adalah tahunnya kita sebagai Gereja dan Mempelai-Nya yang kudus. Inilah tahun dimana perkenanan-Nya dinyatakan sedemikian rupa. Tuhan mau kita percaya dan sadar sepenuhnya bahwa tahun ini diadakan-Nya untuk kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya sebagai bentuk mutlak dari kelimpahan-Nya.

Surplus Of Prosperity sama sekali berbeda dengan Surplus Of Economy maupun dengan surplus-surplus lainnya. Ekonomi bisa sangat baik, namun juga bisa sangat buruk. Namun kelimpahan itu kekal dan tak terbatas! Dan kita dijadikan Tuhan sebagai "sisa" atau kelebihan dari kelimpahan yang tak terbatas itu. Betapa luar biasanya rahasia ini, "Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat." - Efesus 5:32. 

Bukankah perkenanan-Nya ditunjukkan dengan mata-Nya yang tertuju kepada kita sebagai bait-Nya yang kudus sepanjang 2012 ini? Sungguh bukan sebuah angan-angan ataupun sekedar iming-iming kosong karena sesungguhnya tahun ini juga Tuhan benar-benar sudah tidak sabar untuk memberkati Gereja-Nya dengan sedemikian limpahnya. Ia sedang menawarkan persahabatan yang semakin intim dan mendalam, Ia mengulurkan tongkat perkenanan itu supaya kita semakin mendekat kepada-Nya, dan dalam keintiman & perkenanan-Nya itu, Ia hendak membawa kita terbang lebih tinggi dan menduduki puncak-puncak gunung.

5 Ketul Roti & 2 Ekor Ikan

Angka 5 berbicara tentang anugerah, angka 2 berbicara tentang pelipatangandaan (multiplication & double portion), roti berbicara mengenai tubuh Kristus dan ikan berbicara akan jiwa-jiwa. Sementara 5.000 laki-laki diuraikan sebagai 5 kali 1.000, angka 1.000 berbicara tentang keutuhan yang sempurna. 1.000 tahun di bumi sama dengan 1 hari di surga. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, tidak pernah ada yang mencapai 1.000 tahun, artinya di surga umur mereka tidak ada yang mencapai 1 hari. Anugerah yang digandakan dengan keutuhan yang sempurna itulah lambang Kristus Yesus yang kelimpahan-Nya tiada batas dan kekal abadi.

Jadi hanya dengan tetap tinggal dalam anugerah-Nya maka kita akan mengalami pelipatgandaan. Hanya dengan persekutuan dalam penderitaan bersama Kristus Yesus maka kita dapat menjadi saksi bagi tuaian besar jiwa-jiwa di tahun 2012 ini. Dan biarlah kita tetap melekat dengan pokok anggur, pokok kelimpahan yang sempurna kekal dan tak terbatas sehingga kita bisa menjadi ranting-ranting Surplus Of Prosperity seperti yang dikehendaki-Nya.

"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa... Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." - Yohanes 15:5-7

Saturday, January 21, 2012

Pemerintahan Allah Telah Terbit

Selamat datang di 2012 ... Sebuah tahun yang baru telah terbentang di depan kita! Angka 12 merupakan yang signifikan. Itu merupakan angka pemerintahan dan simbol dari Penggenapan Ilahi dan Kesempurnaan Pemerintahan.

Tahun 2012 adalah mengenai terbitnya Pemerintahan Allah. Dan jika kita ingin melihat Pemerintahan Allah nyata atas bumi, maka pertama-tama hal itu haruslah nyata atas kita dahulu, sebagai umat pilhan-Nya, dengan cara yang lebih lagi.

Karena pekerjaan Allah adalah sebuah kesinambungan, maka yang "baru" tidak dimulai sejak tepat tengah malam tanggal 31 Desember lalu. Apa yang telah dibangun-Nya dalam hidup kita adalah terus menerus dan kekal. Lapis demi lapis, kebenaran demi kebenaran, kejadian demi kejadian. Itu sebabnya, kita tidak memulai sesuatu yang baru di 2012, namun kita melanjutkan dalam jalur yang telah dipersiapkan-Nya bagi kita.

Kita harus menyadari bahwa titik awal kita adalah Kebangkitan Kristus. Kita bangkit bersama Kristus kepada hidup yang baru. Sekarang, ITULAH sebuah awal yang baru! Kita memulai dengan siapa Kristus di dalam dan bagi kita. Kita hidup untuk Dia dan untuk segala yang dikehendaki-Nya untuk meneguhkan pemerintahan-Nya dan kebenaran-Nya di dalam kita. Ia membantu kita memahami untuk hidup dan sejalan dengan identitas kita yang baru.

Peningkatan

Tahun ini, sebagaimana Allah melanjutkan pekerjaan-Nya di dalam kita, mari kita biarkan peningkatan atas Pemerintahan-Nya dalam beberapa area hidup kita, di antaranya:
  • Menerima dan kemudian mengekspresikan kebaikan-Nya setiap hari. Anda tidak dapat memberikan apa yang tidak Anda alami terlebih dahulu. Jadi, harapkan dan terimalah kebaikan-Nya setiap hari dan kemudian tunjukkan kepada orang lain aspek Pemerintahan-Nya.
  • Hidup dengan cara yang "tak terbatas" ... bukan dengan yang terukur, menunjukkan kelimpahan hati Bapa kepada semua.
  • Menjadi lebih takjub atas pribadi-Nya daripada terus khawatir dengan keadaan yang ada sekarang.
  • Menjalani segala sesuatunya melalui keagungan-Nya.
Ini adalah tahun untuk hidup dengan kegembiraan dan harapan! Harapkan keilahian-Nya untuk bermanifestasi lewat keseharian Anda. Pekerjaan-Nya di dalam kita adalah bagian dari peneguhan Pemerintahan-Nya di bumi.

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." - Roma 12:2

Buanglah cara berpikir yang lama dan biarlah itu digantikan dengan akal budi yang diperbaharui.

Jane Hansen Hoyt, President/CEO
AGLOW International

Mamon, Antikristus Dan Masa Tribulasi Besar Vol. 2

DUA RAHASIA - NATURAL vs SUPRANATURAL

"Karena secara RAHASIA kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali." - 2 Tesalonika 2:7-8

Kedurhakaan, kejahatan dan karya Iblis bekerja amat rahasia. Semakin halus, semakin kelihatan baik, berarti rahasia pekerjaannya semakin dalam dan semakin tidak terasa bahwa hal tersebut adalah kejahatan di mata Tuhan. Dan itulah rahasia yang telah berjalan sekian abad, yang kemudian dipopulerkan oleh Rhonda Byrne lewat film dan buku best seller-nya yang berjudul The Secret.

Sebuah pengajaran yang kelihatan sangat baik, sangat berguna, sangat "memberkati" dan sangat  bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain, bagian dari New Thought Movement atau New Age Movement (Gerakan Zaman Baru), atau di Indonesia dikenal dengan konsep Mestakung (Semesta Mendukung) dan Kun Faya Kun nama lain dari pengajaran ini. Sesuatu yang sejatinya natural namun kelihatan seperti "sihir" supranatural.

Pengajaran ini berdasarkan hukum alam (natural) - law of attraction (hukum ketertarikan) - bahwa satu jenis hal tertentu akan saling tarik menarik terhadap jenis yang sama. Sebagai contoh, tipe remaja geek kebanyakan bergaul dengan kalangan geek (alm. Steve Jobs, Bill Gates, Michael Dell adalah beberapa contohnya), remaja putri yang pesolek akan duduk di kumpulan kaum pesolek, sementara seorang penyembah pasti akan mencari kelompok-kelompok yang sama-sama penyembah. Seorang berandalan yang bukan penyembah, namun jika ia terus bergaul dengan kelompok penyembah, ia pun akan berubah, cepat atau lambat. Itulah sebabnya di berbagai seminar sekuler (seminar yang tidak ada Roh Kudus, malahan ada roh Mamon) orang-orang akan diajarkan bagaimana menjadi magnet uang. Jiwa yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak dirancang ulang (redesign) sedemikian rupa hingga akhirnya uang datang mengejar orang-orang tersebut. Dan ketika seseorang diubah menjadi magnet uang, bukankah ia sebenarnya juga diubah menjadi "uang" yang adalah bagian dari Mamon?

Pertama-tama rohnya diikat, kemudian jiwanya dikuasai, dapatkah Anda perkirakan apa yang akan selanjutnya terjadi dengan tubuhnya? Tentu tidaklah berlebihan ketika pada akhirnya orang tersebut tidak bisa menolak tanda Antikristus 666 sekalipun secara sadar ia mengetahui seutuhnya apa dan bagaimana akibat dari menerima tanda tersebut.

Rahasia Supranatural Sejati

"Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, yaitu RAHASIA yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya RAHASIA itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: KRISTUS ada di tengah-tengah kamu, KRISTUS yang adalah pengharapan akan kemuliaan!" - Kolose 1:25-27

Di sisi lain, Tuhan menyediakan rahasia yang jauh lebih dahsyat, yang sangat almuhit, Sang Rahasia yaitu diri-Nya sendiri dalam rupa Kristus - Hamba sekaligus Raja yang sempurna dan tak bercacat cela - yang di dalam-Nya maka kita dapat menanggung segala perkara. Yang telah mati dan bangkit di antara orang-orang mati, mengalahkan Maut sehingga Maut tidak berkuasa lagi atas-Nya.

Tuhan bahkan menyebut diri-Nya adalah Sang Pengharapan akan kemuliaan, yaitu kemuliaan sorgawi yang sama sekali tidak dapat diukur dan dinilai dengan uang. Antara Kristus dan Mamon sungguh keduanya beda kelas. Bagai langit dengan bumi jauhnya. Bersekutulah dengan kerahasiaan yang supranatural, sehingga bersama-Nya maka kita dapat memerintah dan berkuasa atas kerahasiaan yang natural - uang & Mamon.

Thursday, January 19, 2012

Catatan SHRK Januari 2012 - Hari Ke-3

"Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku, bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel." - Lukas 22:29-30

Tuhan memiliki gaya kerja yang terpola, Ia akan mengajak umat-Nya, pasukan-Nya, jendral-jendral-Nya dan raja-raja-Nya untuk bersantap semeja dengan-Nya kemudian barulah otoritas diberikan untuk melaksanakan tugas masing-masing sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna.

Perhatikan Firman berikut ini:
"Dan Yitro, mertua Musa, mempersembahkan korban bakaran dan beberapa korban sembelihan bagi Allah; lalu Harun dan semua tua-tua Israel datang untuk makan bersama-sama dengan mertua Musa di hadapan Allah. Keesokan harinya duduklah Musa mengadili di antara bangsa itu; dan bangsa itu berdiri di depan Musa, dari pagi sampai petang." - Keluaran 18:12-13

Musa bersama Yitro, Harun dan semua tua-tua Israel bersantap bersama di hadapan Allah (semeja dengan Tuhan) kemudian keesokan harinya Musa dengan segala otoritas yang ada padanya melakukan tugas mengadili bangsa Israel. Pola ini ada di zaman Perjanjian Lama dan terus ada di Perjanjian Baru: "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya." - Wahyu 3:19-20.

Ini sungguh merupakan pola Kerajaan Allah, makan dan minum semeja dengan Tuhan kemudian otoritas diberikan untuk memerintah bersama dengan-Nya. Pola ini berurutan, jadi sebelum kita dinilai pantas untuk memperoleh otoritas, Tuhan akan mengajak kita untuk bersantap SEMEJA. Pertanyaannya adalah apa yang dimaksud dengan makan dan minum satu meja dengan Tuhan?

Kata "meja" dalam bahasa Yunani adalah TRAPEZA, yang juga artinya bank atau meja penukaran uang yang menghasilkan keuntungan atau pelipatgandaan. Jadi Tuhan mengajak kita umat-Nya untuk memiliki harta yang satu bank bahkan satu account / rekening yang sama dengan Dia. Ia ingin kita memiliki kekayaan dan kelimpahan yang sama dengan Dia.

Perhatikan kisah di Kitab Injil Yohanes pasal 21, dimana Yesus menampakkan diri-Nya untuk ketiga kalinya kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit di antara orang mati. Simak dengan seksama alur ceritanya. Saat itu murid-murid sedang berusaha menangkap ikan namun tidak mendapat hasil sama sekali, dan Tuhan muncul sambil bertanya, "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Dan mereka menjawab, "Tidak ada."

Perhatikan bahwa Tuhan Yesus TIDAK BERTANYA, "Berapakah hasil tangkapanmu?" Karena Ia sebenarnya telah menyiapkan lauk pauk tersebut bagi murid-murid-Nya. "Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti." - ayat 9. Ikan yang sedang dibakar itu bukan ikan hasil tangkapan murid-murid, melainkan yang telah disediakan Tuhan. Selanjutnya Tuhan tetap meminta untuk dibawakan beberapa ikan lagi untuk dibakar, setelah itu murid-murid diajak sarapan dengan ikan yang telah dipersiapkan Tuhan Yesus sebelumnya.

Inilah yang dimaksud "semeja dengan Tuhan" yaitu sesungguhnya Tuhan telah menyediakan dan menyiapkan segala sesuatunya bagi kita dalam kekayaan, kelimpahan dan kemuliaan-Nya, namun Ia ingin kita mempercayai-Nya dengan memberikan apa yang ada pada kita, yang sesungguhnya itu pun adalah pemberian-Nya juga. Jadi jika masih ada di antara kita yang menahan apalagi sampai bergumul akan sesuatu yang Ia minta dari pada kita, betapa memalukan dan mengerikan kenyataan itu!

"Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: 'Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?' Jawab Petrus kepada-Nya: 'Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.' Kata Yesus kepadanya: 'Gembalakanlah domba-domba-Ku.'" - ayat 15.

Dan setelah makan dan minum bersama dengan Tuhan, Simon Petrus juga dengan murid-murid lainnya menerima otoritas dan mandat untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Pola kerja-Nya tetap sama, dan inilah pola kerja Kerajaan Allah.

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus

About Windunatha

My photo
An ENTP Person. Saksi Terakhir Sebelum Segalanya Berakhir. One Of The Remnant In The Last Days.